Tampilkan postingan dengan label Seputar Cilacap. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seputar Cilacap. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 November 2016

Kamis, 11 Agustus 2016



Gunung Selok merupakan daerah perbukitan yang menjulang menyerupai gunung dan kawasan hutan homogen tanaman mahoni. Di kawasan ini terdapat beberapa sanggar yang digunakan untuk ziarah atau beribadah, yaitu Jambe 5, Jambe & dan Padepokan Sang Hyang Gunung Jati.

Tempat tempat tersebut sering disinggahi untuk tujuan rohani, terutama Padepokan Sang Hyang Gunung Jati ini merupakan padepokan yang sering didatangi umat Budha. Padepokan ini sangat ramai menjelang bulan Suro dan pengunjung yang melakukan ziarah banyak yang berasal dari luar daerah.

Merupakan objek wisata pantai dengan luas sekitar 500 hektar terletak di Desa Widarapayung Kecamatan Binangun atau terletak ± 35 km arah timur dari Kota Cilacap. Kondisi pantainya sangat landai dengan dipagari pohon kelapa sehingga menjadikan pantai sejuk. Pantai ini terletak di Desa Widarapayung Kecamatan Binangun atau 35 km arah Timur dari kota Cilacap.

Untuk menuju Pantai Widarapayung sangatlah mudah bisa menggunakan angkutan umum bus jurusan Cilacap – Gombongatau kendaraan pribadi karena letaknya di Jalan Lintas Selatan – Selatan. Fasilitas yang ada di Pantai Widarapayung: jalan yang beraspal, Shelter (tempat berteduh), Gardu Pandang, Kolam Renang, Tempat Parkir, Warung Makan, dan Kesenian Daerah. Di Pantai Indah widarapayung ini juga telah disiapkan tenaga keamanan penjaga pantai (Search & Rescue) demi terciptanya suasana aman bagi pengunjung.

Pantai yang sebelumnya dikelola oleh Desa ini mulai tahun 2015 akan dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap. Penataanpun mulai dilakukan baik secara bangunan fisik dan secara perilaku masyarakat. Pantai yang sangat menarik pada waktu sore hari ini sering digunakan masyarakat sekitar untuk beraktualisasi diri dan bersosialisai sehingga akan ditemukan atraksi sosial di sepanjang pantai ini.

Pada bulan syura di pantai ini dilakukan Upacara Ritual Adat Tradisional Sedekah Bumi untuk larungan sesaji ke laut dengan diiringi kesenian daerah dan Pakaian Adat. Upacara Sedekah Bumi adalah merupakan salah satu perwujudan ungkapan rasa syukur yang dilakukan oleh masyarakat di sekitar Desa Widarapayung agar diberi keberkahan, keselamatan dalam sehari – harinya oleh Gusti kang Maha Agung. Obyek ini menawarkan panorama pantai yang indah, upacara adat dan kesenian daerah, gelombang laut yang relatif teratur dan cocok untuk Selancar air.

Rabu, 10 Agustus 2016


Gunung Srandil merupakan bukti sejarah yang luar biasa di mata masyarakat Indonesia, dan juga di mata dunia. Selain keunikan dan keindahanya, tempat ini merupakan tempat wisata yang populer. Disamping wisata alam dan budaya juga terdapat wisata spiritual atau religius antara lain di gunung srandil dan selok.

Gunung srandil merupakan salah satu bukit yang ada di Glempang pasir Kecamatan Adipala jarak antara obyek wisata dengan Kota Cilacap 30 Km kearah timur laut dan relatif mudah ditempuh dengan kendaraan penumpang bus umum jurusan Cilacap-Jatijajar - Kebumen atau kendaraan pribadi karena jalannya sudah beraspal dan dekat dengan jalan lintas selatan-selatan.

Gunung Srandil setiap hari dikunjungi orang untuk berziarah oleh karena tempat tersebut tidak hanya dikenal oleh masyarakat sekitar saja tetapi sampai keluar Jawa seperti Sumatra, Kalimantan, Bali. dan Sulawesi, maka yang berkunjung tujuannya bermacam-macam. Para peziarah biasanya berkunjung atau bertapa pada Malam Jumat Kliwon atau Selasa Kliwon pada Bulan Syura.

Konon menurut cerita penghuni pertama Gunung Srandil adalah Sultan Mukhriti putra kedua dari Dewi Sari Banon Ratu Sumenep Jawa Timur. Kedatangan Sultan itu untuk bertapa namun Sultan Mukhriti murca (menghilang) yang ada tinggal petilasannya yang terletak di sebelah timur yang di kenal dengan Embah Gusti Agung Sultan Mukhriti.

Selain itu juga ada legenda rakyat yang pertama bermukim di gunung Srandil adalah dua orang bernama Kunci Sari dan Dana Sari, mereka adalah prajurit Pangeran Diponegoro yang tidak mau menyerah kepada bala tentara Belanda. Mereka melarikan diri ke Gunung Srandil untuk bersembunyi dan meninggal di sini . Makam kedua prajurit tersebut berada di sebelah timur Gunung Srandil dalam satu komplek yang dipagar keliling yang kemudian hari, Kunci Sari dikenal dengan nama Sukma Sejati.

Adapun petilasan-petilasan yang ada di Gunung Srandil adalah Mbah Kanjeng Gusti Agung, Nyai Dewi Tanjung Sekarsari, Kaki semar Tunggul Sabdojati Dayo amongrogo, Juragan Dampo Awang, Kanjeng Gusti Agung Akhmat atau Petilasan Langlang Buwana yang berada diatas bukit dan petilasan Hyang Sukma Sejati.




Pantai Teluk Penyu terletak di dalam kota Cilacap, tepatnya di Kelurahan Cilacap, Kecamatan Cilacap Selatan. Obyek Wisata ini merupakan obyek wisata andalan yang dimiliki Kabupaten Cilacap, jaraknya sangat dekat dengan Pusat Pemerintahan / Pusat Kota yaitu hanya sekitar ± 2 km. Panorama Pulau Nusakambangan dan Kapal Tanker pengangkut minyak yang menjadi pemandangan khas pantai ini. Pantai ini berpasir dan banyak ditumbuhi pepohonan sehingga memberikan rasa keteduhan bagi para pengunjung.

Panorama keindahan Pantai laut yang indah ternyata dapat dinikmati oleh wisatawan tidak hanya pada saat matahari terbit pagi hari tapi juga matahari terbanam pada sore hari (sunset). Pantai Teluk Penyu yang letaknya berdekatan dengan Obyek Wisata Benteng pendem ini juga terdapat Kilang pengolahan minyak milik PT. Pertamina, dimana lokasi ini menjadi obyek vital nasioal.

Berbagai makanan khas hasil laut dan cinderamata dapat dijumpai dengan mudah di sepanjang pantai dan dapat dijumpai dan selalu dekat dengan wisatawan yang berkunjung ke pantai Teluk Penyu sepanjang hari hingga tengah malam.

Benteng Pendem Cilacap atau dalam bahasa Belanda disebut "KUSBATTERIJ OP DE LANTONG TE TJILATJAP" terletak 0,5 Km ke arah selatan dari obyek wisata pantai Teluk Penyu. Bangunan Benteng Pendem ini memiliki konfigurasi yang masih kokoh diantaranya barak/ ruang perajurit, klinik, terowongan, penjara, ruang amunisi, ruang tembak yang dikelilingi oleh pagar dan parit serta tertimbun tanah sedalam 1-3 meter. Dibangun oleh Tentara Kerajaan Belanda tahun 1861 sampai dengan 1879 untuk pertahanan Belanda menghadapi serangan musuh baik dari luar maupun dari dalam sampai dengan tahun 1942 .Tanggal 14 Agustus 1945 Belanda menyerah tanpa syarat pada tentara sekutu . Agresi II tahun 1950 Belanda datang kembali membonceng tentara sekutu. Pada tahun 1952 -1962 menjadi markas banteng loreng kesatuan Jawa Tengah dan pada tahun 1962-1965 menjadi tempat pendaratan laut pasukan RPKAD.

Pada tangal 26 November 1986 Benteng pendem dipugar dan tanggal 28 april 1987 sampai dengan sekarang di buka sebagai obyek wisata . Nama benteng yang luasnya sekitar 6,5 hektar ini oleh masyarakat disebut benteng pendem karena didasarkan pada kenyataan fisik bangunan benteng hampir sebagian besar bangunan atas tertutup tanah atau terpendam. Benteng yang dibangun tentaraBelanda ini dibagian atas dilengkapi dengan benteng pengintai musuh dan dikelilingi dengan bentengpertahanan juga dilengkapi dengan 13 pucuk meriam.

Benteng ini juga dikelilingi dengan parit selebar 18 meter kedalaman 3 meter berfungsi untuk menghambat lajunya musuh serta untuk keperluan patroli tentara belanda dengan kontruksi jembatan dilengkapi dengan 14 kamar barak tentara masing-masing ruangan terdiri dari satu pintu dan jendela, ruang rapat perwira, ruang bawah tanah/terowongan dengan 4 pintu, ruang penjara, ruang amunisi, ruang senjata , ruang akomodasi, ruang kesehatan, sumur, bangunan gudang, bangunan pengintai dan bangunan parit. Konon Benteng Pendem telah ditemukan lebih kurang 102 ruangan yang terdiri kurang lebih 60 ruangan yang berupa kamar istirahat, barak markas, ruang rapat. Obyek wisata ini dilengkapi pula dengan beberapa fasilitas seperti : Tempat istirahat, Gazebo, Ayunan, Kolam Pemancingan dansarana out bond. Didalam Benteng terdapat juga rusa yang dibiarkan berkeliaran bebas didalam benteng. Rusa rusa ini setiap tahunnya bertambah banyak sehingga dapat menjadi atraksi bagi wisatawan saat memberi makan rusa rusa tersebut.

Senin, 08 Agustus 2016


Kecamatan Karang Pucung kuwe salah siji kecamatan nang kabupaten Cilacap. Penduduk Kecamatan Karang Pucung rata-rata wong tani, bisa tani sawah utawa ladang. Sebagian cilik ana uga sing dagang. Maskote penduduk khususe Kecamatan Karang Pucung kue Terminal. Aja dumeh, senajan terminale ora gede tapi terkenal tekan maring endi-endi, termasuk Jakarta lan Bekasi. Terminal Karangpucung terkenal sebab ngubungna kota-kota gede neng Jawa bagian kidul, contone dadi penghubung Jakarta-Jogja.

Menurut sejarah Karang Pucung berasal dari kata Karang yang berarti tempat dan pucung yang berarti buah pohon pucung atau klewek. Karangpucung didirikan oleh mbah Prayadana yang sekarang makamnya ada di kuburan belakang kecamatan.

Source : Map.bms.wikipedia

Popular Posts

Simamaung.com

Bobotoh.ID